-->

Dugaan Pembunuhan Istri Oknum TNI, 2 Warga Sipil Terancam Penjara Seumur Hidup

Kamis, 04 Juni 2020, 21:11 WIB
Oleh Agus Salim
Tersangka utama yang merupakan oknum anggota TNI saat memerankan adega rekontruksi dugaan pembunuhan terhadap istrinya
Tapteng, Delinewstv - Terungkap Dua tersangka warga sipilm di duga terlibat dalam kasus dugaan pembunuhan istri oknum TNI, tanggal 9 April 2020 sekira pukul 22.00WIB lalu. Ke duanya terancam hukuman seumur hidup.

Hal ini dijelaskan Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto yang baru beberapa minggu menjabat Kapolres menggantikan AKBP Sukamat, usai gelar Rekontruksi Dugaan Pembunuhan Istri Oknum Anggota TNI di pelataran Mapolres Tapteng Polda Sumut, hari Kamis (04/06/2020) kemarin.

Dari hasil rekonstruksi yang menghadir 3 (tiga) tersangka , dua diantaranya warga sipil terungkap bahwa ada perencanaan pembunuhan dengan peran masing-masing.

“ Atas perbuatan itu khusus untuk warga sipil akan memperlakukan peradilan umum dengan pasal yang disangkakan Pasal 340 Subs Pasal 338 Jo Pasal 55, 56 dari KUHPida dan atau Pasal 44 ayat (3) dari UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga Jo Pasal 55, 56 dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan untuk oknum TNI akan ditangani Pengadilan Militer, “ jelas Kapolres AKBP Nicolas dihadapan awak media.

Menurut keterangan Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto menjelaskan, keberhasilan jajarannya mengungkap kasus tersebut berkat kerja sama antara Polres Tapteng dengan Denpom 1/2 Sibolga, Polres Sibolga tempat laporan pertama, dan juga instansi terkait.

“Dari hasil rekonstruksi yang sudah dilakukan, ditemukan fakta-fakta antara keterangan masing-masing saksi, keterangan tersangka, dan alat bukti yang disita sesuai dengan kronologis kejadian di lapangan. Sedangkan motif dugaan pembunuhan diduga karena kasus asmara,” lanjut AKBP Nicolas Dedy .

Dari hasil rekonstruksi terungkap bahwa ada perencanaan pembunuhan dengan peran masing-masing.
Di adegan rekonstruksi itu terungkap, terjadinya dugaan pembunuhan karena kasus perselingkuhan oknum TNI dengan warga Sipil terbongkar oleh istrinya, sehingga tersangka merencanakan pembunuhan bersama selingkuhannya terhadap korban.

Untuk itulah kata Kapolres, dalam rekonstruksi yang digelar hari ini turut hadir dari Auditor Militer, Dandenpom 1/2 Sibolga, Kejaksaan Negeri Sibolga, Kapolres Sibolga, Dandim Tapanuli Tengah, dan perwakilan dari Korem.

Kepala Oditur Militer (Kaotmil) I-02 Medan Kolonel Sus Jamingun didampingi Dandenpom 1/2 Sibolga Letkol CPM Hasanuddin Siagian menjelaskan, dari hasil rekonstuksi yang mereka saksikan, pihaknya tinggal menunggu persiapan berkas dari penyidik Denpom. Dan terkait persidangan akan terbuka secara umum dan tidak akan ditutup-tutupi.

“Sekarang Pengadilan Militer sudah di bawah Mahkamah Agung, dan putusannya bisa diakses. Dan kami juga sedang berkoordinasi kemungkinan sidang bisa dilaksanakan di Sibolga dengan meminjam tempat. Jadi masyarakat bisa nanti melihat proses persidangannya. Jadi tidak ada istilah peradilan tertutup, walaupun oditur dan penyidik masih di bawah TNI, tapi sidang terbuka. Jadi kami tidak akan menutup-nutupi persidangan ini,” tegasnya menjawab pertanyaan wartawan.

Ia juga mengimbau, agar TNI jangan melupakan tata kehidupan prajurit, karena masalah pernikahan sudah diatur dalam kehidupan rumah tangga prajurit. Kalau ada masalah rumah tangga agar ditempuh dengan aturan yang berlaku dalam prajurit, jangan menempuh langkah sendiri.

Turut hadir menyaksikan proses rekonstruksi tersebut Kapolres Sibolga AKBP Triyadi, Dandim 0211/TT Lekol Inf Dadang Alex, Dandenpom 1/2 Kasipidum Kejaksaan Negeri Sibolga, Syakhrul Effendy Harahap, WS Kasrem 023/KS Letkol Arh Utama Rusdiyaman,Kapenrem 023/KS, Mayor Arh Keles Sinaga, Kasat Reskrim Polres Tapteng AKP Sisworo.

Pantuan di lokasi Rekontruksi, hadir juga menyaksikan keluarga dari korban bersama putrinya, serta masyarakat sekitar di luar garis polisi.

Sebelumnya diberitakan, Penemuan tengkorak manusia berjenis kelamin wanita dengan kondisi tulang belulang berserakan menggemparkan warga di Jalan Baru Lingkungan 4 Kelurahan Sihaporas Nauli Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, hari Rabu (20/5/2020) pukul 08.30 WIB. (Agus Tanjung)


TerPopuler