-->

Dugaan Aset Wali Kota Sibolga Disamarkan, Isu Atau Fitnah ?

Sabtu, 30 Mei 2020, 08:42 WIB
Oleh Agus Salim
Sibolga, Delinewstv -  Saat Sidang Paripurna LKPJ DPRD Sibolga hari Kamis (28/5/2020) lalu, Pimpinan DPRD menyoroti dugaan penyamaran asset milik Wali Kota Sibolga Drs. HM. Syarfi Hutauruk.

“ Ada isu dan informasi yang berkembang , di duga Wali Kota tidak melaporkan semua harta kekayaannya kepada KPK dan menyamarkan harta kekayaannya atas nama orang lain. Tetapi kami yakini ini adalah Fitnah, “ ungkap Akhmad Syukri Nazri Penarik yang akrab disapa Syukri, hari Kamis (30/5/2020) saat memberikan kata sambutan Sidang Paripurna DPRD Kota Sibolga.

Lontaran Kalimat ini mengejutkan semua yang hadir dan termasuk publik , saat pernyataan ini di muat di berbagai media.

Di Sidang Paripurna ini, Ketua DPRD Sibolga menyebutkan beberapa asset yang dimaksud

“ Bahwa ada banyak asset Wali Kota Sibolga di Kota Sibolga seperti Ruko yang jadi Alfamidi di Jalan SM Raja Aek Habil di duga dibeli dari J (inisial, red), Lapangan di Depan Pabrik Karet Sarudik yang di duga dibeli dari JT (inisial,red), tanah di Parombunan yang di duga di beli dari JMT (inisial,red), Rumah di Ancol Pancuran Pinang, Rumah di Pasar Belakang, Rumah di Jalan SM Raja Aek Manis, Tanah di Adian Koting, Kebun di Batang Toru, Kebun Sawit di Desa Muara Nauli Kecamatan Sorkam seluas 10 Hektar, Apartemen di Kota Medan,” beber Syukri.

Menurut Ahmad Syukri , laporan dan isu ini perlu di klarifikasi dan diluruskan karena sudah menjurus fitnah.

“ Kami yakin dan percaya, Wali Kota Sibolga orang yang taat hukum, orang yang mengerti hukum. Kami yakin tidak akan menyamarkan harta dan melaporkan sepenuhnya kepada KPK sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Oleh sebab itu kami yakin itu juga fitnah,” jelas Syukri.

Terhadap pernyataan ini, Wali Kota Sibolga Drs. Syarfi Hutauruk sependapat dengan Ketua DPRD Kota Sibolga, isu ini adalah fitnah.

“ Itu kan Fitnah seharusnya jangan dipidatokan, berarti ada kepentingan,” jelas Wali Kota Sibolga kepada Delinewstv.com sambil menaiki Mobil Dinasnya usai acara Sidang Paripurna LKPJ Tahun 2019.

Terkait pernyataan Ketua DPRD Syukri Penarik yang sudah menjadi komsumsi publik, awak media Delinewstv.com bersama 3 rekan media lainnya mencoba menelusuri asset yang dimaksud.

Dari beberapa data aset yang disampaikan, awak media mengenali dua lokasi yang di duga disebutkan.

Lokasi pertama adalah sebidang tanah di Jalan Padangsidempuan Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah tepatnya di depan Pabrik Karet PT. Anugrah Sentosa Lestari (ASL).

Tanah berukuran lebih kurang 1 (satu) hektar ini berbentuk tanah kosong dan kerap di gunakan sebagai lokasi olah raga dan Pasar Malam.

Dari informasi warga sekitar diketahui tanah ini milik H.J warga Sibolga.

Setelah bertanya-tanya ke beberapa warga , rekan-rekan media memperoleh alamat H.J.

Rekan-rekan media selanjutnya menjumpai H.J di kediamannya di Kecamatan Sambas. Setelah mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan awak media, HJ menyatakan bahwa tanah tersebut sudah lama terjual  kepada B suami dari N  seorang Pengusaha Perabot di Sibolga.

H.J enggan memberikan kronologis penjualan tetapi menjelaskan bahwa B suami dari N membeli tanah tersebut untuk seseorang.

“ Sudah terjual itu dek, di beli sama Marga B suami dari NN. Di suruh Pak Wali,” jelas H.J singkat, hari Jumat (29/5/2020).

Diperoleh juga informasi tanah tersebut di jual sekitar Rp. 6 Milyar.

Selanjutnya, rekan-rekan media mencari tahu terkait aset di Jalan S.M. Raja Aek Manis Kota Sibolga.

Dari informasi warga sekitar, menyebutkan bangunan dan tanah di Jalan SM Raja Samping Kantor Camat Sibolga selatan ini  sebelumnya milik Hj. Jusraini Tanjung warga Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 15 Kelurahan Aek Habil.

Dijelaskan juga , bangunan dan tanah tersebut sudah di jual, tetapi warga sekitar tidak mengetahui siapa pembelinya.

Berdasarkan alamat tersebut, awak media mendatangi kediaman Hj. Jusraini Tanjung, tetapi di dapat informasi, Ibu ini sedang berada di lokasi tangkahan miliknya di Lorong VII Kelurahan Aek Manis Sibolga.

Awak media selanjutnya berangkat menuju lokasi yang dimaksud.

Kedatangan awak media disambut oleh Hj. Jusraini bersama Suaminya Rahmul Gultom. Setelah beramah tamah dan menunjukkan identitas, awak media menyampaikan maksud mempertanyakan aset tanah dan bangunan di Jalan SM. Raja Aek Manis No. 348 yang sebelumnya milik Hj. Jusraini.

“ Iya, itu (tanah dan bangunan,red) sudah kami jual. Kami saat itu sudah menawarkan kepada orang lain tetapi tidak ada yang mampu membelinya. Teringatlah kami Pak Wali (Wali Kota Sibolga,red), makanya suami saya menawarkannya,” cerita Jusraini, hari Jumat (29/5/2020).

“ Setelah beberapa kali pertemuan. Pak Wali menyuruh kami menjumpai kak  NN boru S. Selanjutnya suami saya menjumpai NN boru S menyampaikan pesan Pak Wali Kota Drs. Syarfi Hutauruk. Kak NN boru S berjanji akan menanyakan dulu Ibu Wali,” lanjut Hj. Jusraini.

Saat dipertanyakan apakah hubungan antara Rahmul Gultom dan Wali Kota Sibolga, Drs. Syarfi Hutauruk, Hj. Jusraini mengakui bahwa suaminya saat Pilkada Sibolga Tahun 2010 merupakan Tim Suksesnya.

Sementara saat dipertanyakan hubungan antara Wali Kota Sibolga dengan NN, Ibu yang pernah menjadi Wakil Rakyat periode 2014-2019 dari PKPI ini mengakui adalah kerabat Wali Kota Sibolga.

“ Setahu Saya Kak NN itu berenya Pak Wali. Kak Nanni manggil Pak Wali kan Tulang (Paman,red),” jelas Hj. Jusraini.

Dari pengakuan Hj. Jusraini, transaksi penjualan ini terjadi usai Awal tahun 2018.

Dijelaskan juga awalnya rumah itu ditawarkan Rp. 1,1 Milyar tetapi setelah ditawar menjadi Rp. 900 juta.

“ Setelah beberapa hari saya di hubungi Kak NN boru S. Katanya jadilah rumah itu.. tetapi Bu Wali meminta harganya di kurangi. Jadi rumah itu terjual Rp. 900 juta,” kata Hj. Jusraini.

Hj. Jusraini menegaskan bahwa rumah dan tanah itu di jual untuk Wali Kota Sibolga Drs. Syarfi Hutauruk tetapi melalui perantaraan NN boru S.

“ Iya yang ngurus memang Kak NN boru S, tetapi untuk Pak Wali Kota Sibolga,” jelas Hj. Jusraini.

Untuk diketahui, melaporkan harta kekayaan merupakan kewajiban bagi setiap Penyelenggara Negara (PN)  sesuai ketentuan pasal 5 ayat 2 dan 3 Undang-undang No 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme. Undang-Undang mewajibkan PN bersedia untuk diperiksa kekayaannya sebelum, selama, dan setelah menjabat. PN juga wajib melaporkan dan mengumumkan kekayaannya sebelum dan setelah menjabat. (Agus Tanjung) 





TerPopuler