-->

Disebut Menebar Isu, Ketua DPRD Sibolga : IS Yang Cerita Terbelit Hutang

Minggu, 31 Mei 2020, 23:26 WIB
Oleh Agus Salim
SIBOLGA, Delinewstv -  I S, salah seorang pelapor Ketua DPRD Kota Sibolga Akhmad Syukri Penarik ke Polres Sibolga atas dugaan pencemaran nama baik sebelumnya mendatangi rumah dinas Ketua DPRD Kota Sibolga menceritakan dirinya memiliki hutang kepada Wali Kota Sibolga.

Hal ini diungkapkan Akhmad Syukri Penarik yang akrab disapa Syukri menanggapi laporan 4 (empat) kader separtainya di NasDem karena menyebutkan isu praktek pinjaman yang membawa-bawa nama Wali Kota Sibolga.

"Pertama saya Kader NasDem, Sekretaris NasDem dan  Ketua DPRD, sudah barang tentu saya tidak akan mau menzalimi Kader NasDem dan masyarakat . Tak ada saya sebutkan kader atau partai, jadi jangan dibentur-benturkan ke Politik ,” ungkap Syukri mengawali pembicaraan.

"Yang saya sampaikan itu dugaan dan laporan masyarakat .Kami sampaikan bukan hanya empat orang, bahkan banyak nama. Kenapa ini ditarik seolah-olah persoalan partai, itu tidak boleh loh. Kalau memang ada Kader Partai tidak mungkin tega Ibu Delmeria Sikumbang selaku Ketua yang kami cintai dan kami banggakan, ngasih pinjaman ke Kader pake tandatangan, pake uang dan pake agunan, tidak mungkin itu. Makanya saya yakini ini adalah fitnah ," jelas Syukri hari Minggu (30/5/2020).

Ahmad Syukri Penarik menceritakan awalnya, salah seorang pelapor dirinya IS (inisial,red) yang datang sendiri kepada dirinya dan menceritakan keluh kesah karena terbelit hutang akibat Pilieg 2019.

“ IS  yang bercerita kepada Saya, saat datang  bertamu ke rumah dinas. IS mengaku meminjan uang dari Ibu DS   beberapa hari  sebelum pemilihan legislatif sebesar Rp. 100 juta. Dia (IS) mengaku uang  itu diambil dari si S alias B yang tinggal di rumah dinas Wali Kota. Menurut pengakuannya pinjaman itu di notariskan di Notaris  M dan ditanda tangani suami istri,” ungkap Syukri.

Menurut Syukri pengakuan IS bukan hanya dirinya yang mendengar.

“ Saat  itu, dia (IS) bercerita bukan Saya saja yang mendengar, beberapa tamu saya termasuk Pak Jamil Zeb Tumori juga mendengar pengakuan itu. Si IS juga curhat dikejar-kejar untuk membayar pinjamannya setelah beberapa hari kalah di Pileg 2019. Malah dia juga curhat istri dan adiknya di nonjobkan. Jadi dia yang ngaku bukan karangan kami. Tetapi saat itu kami tak langsung percaya mungkin ini hanyalah fitnahan belaka. Belakangan isu ini berkembang terus dan perlu dipertanyakan dan diluruskan agar nama Wali Kota Sibolga tidak tercemar ,” lanjut Syukri.

Legislator Muda ini juga mengingatkan dan “ menantang “ IS beserta 3 (tiga) pelapor lainnya terkait penyangkalan terhadap kata sambutannya saat di Sidang Paripurna LKPJ TA 2019 di ruang sidang utama DPRD Kota Sibolga hari Kamis (28/5/2020) lalu.

“ Kalau dia (IS) lupa atas pengakuannya, berani tidak dia dan yang lainnya bersumpah diatas kitab sucinya atas nama keluarganya,  bahwa mereka tidak pernah meminjam uang  dan pakai agunan kepada yang saya maksud? Termasuk Ibu Notaris tersebut? Saya yakin Ibu Notaris kalau sudah disumpah tidak akan berbohong. Kalau Saya .. siap kapan saja ,” tegas Syukri.

Sementara itu, IS saat dihubungi redaksi 1Minutesnews.com melalui telephone seluler terkait hal ini, di nomor 085359268XXX hari Senin (1/6) tak aktif, saat dikirimkan pesan melalui Whatshap hingga berita ini diterbitkan tidak di balas.

Terkait pelaporan terhadap dirinya Akhmad Syukri Penarik bersikukuh dirinya menjalankan tupoksinya sebagai Legislator serta Ketua DPRD Sibolga yang  bertugas mengawasi dan mengingatkan eksekutif atas pengaduan masyarakat.

“ Ada undang-undang yang mengatur tupoksi DPRD. Kalau polisi menilai laporan tersebut layak diterima dan saya dimintai keterangan silahkan saja. Tetapi kami juga akan menyampaikan semua laporan dan isu ini kepada KPK dan APH lainnya. PPATK kan bisa menelusuri rekening koran mereka,” kata Syukri.

Ketua DPRD ini juga mencontohkan isu dan informasi yang awalnya dinilainya fitnah ternyata hanya beberapa hari saja sudah terlihat titik kebenarannya.

“ Salah satu isu dan informasi yang saya sampaikan terkait beberapa asset Wali Kota Sibolga yang di duga di samarkan. Ternyata  mulai terlihat titik kebenarannya. Pemilik tanah di depan Pabrik Getah Sarudik mengaku sudah menjualnya kepada suami dari N boru S. Nah... mantan Anggota Dewan DPRD Sibolga Hj. Jusraini Tanjung juga mengaku menjual tanah berikut bangunnannya kepada Wali Kota Sibolga  melalui N boru S juga,” pungkas Syukri.

Terkait beredarnya foto salah seorang pelapornya yang juga merupakan kader NasDem bersama seorang wanita, di media sosial, Syukri mengaku tidak percaya.

  Kalau foto dan chatingan yang mirip Pak MD bersama seorang wanita saya tidak percaya. Manalah mungkin Pak MD itu , kualat nanti. Kalau Saya tidak salah ingat, foto dan chatingan itu memang pernah diperlihatkan kepada  Saya  oleh Ibu Delmeria. Infonya si wanita tersebut seorang mirip dengan wanita Oknum PNS di Dinas Parawisata. Seingat saya saat itu lah saya  melihat foto itu, itu ingatan saya ya.. nanti dituntut pula ,” tutup Syukri sambil tersenyum.

Untuk diketahui, Ketua DPRD Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, S.Pd dalam kata sambutannya usai menyerahkan rekmondasi  Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran (TA) 2019 kepada Wali Kota Sibolga Drs. H.M. Syarfi Hutauruk, MM di Ruang Rapat Utama Kantor DPRD Kota Sibolga pada Kamis (28/5/2020) siang, menyebutkan adanya beberapa isu dan informasi yang diterima Pimpinan DPRD Kota Sibolga.

Salah satu Informasi yang diperoleh Ahmad Syukri Penarik yang menjurus fitnah kepada Wali Kota adalah terkait praktek dugaan pinjaman dengan meminta agunan . (Agus Tanjung)

TerPopuler