-->

Pendapatan Sopir Angkot di Taput Anjlok

Jumat, 17 April 2020, 06:58 WIB
Oleh moltoday.com
Candra Tampubolon Sitompul supir angkot

Tarutung, Delinewstv --Sejak sekolah mulai diliburkan mulai tingkat SD, SMP dan SMA demi mencegah penyebaran virus corona, ternyata berpengaruh besar terhadap pendapatan sopir angkutan kota di Tarutung Kabupaten Tapanul Utara Provinsi Sumatera Utara.

Sebab, biasanya anak sekolah yang jadi penumpang, mereka bisa mendapatkan per harinya Rp 200 ribu, kini menjadi anjlok total alias putus total.

Salah seorang sopir angkutan, Candra Tampubolon Sitompul (24) warga Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon kepada wartawan, jumat (13/04) mengungkapkan, sejak kebijakan sekolah diliburkan terasa berdampak bagi dirinya dan sejumlah sopir angkutan lainnya.

Tampu mengaku biasanya dari pagi hingga siang bisa mendapat Rp 200 ribu. Namun, setelah diliburkan, sama sekali tidak mendapatkan uang. Sebab, karena anak sekolah merupakan penumpang tetap yang dijadikan andalan mereka untuk penghasilan sehari-hari menghidupi keluarga di rumah.

“Terasa kalilah, sudah sebulan lebih ngak ada anak sekolah karena merekalah harapan kami tiap harinya. Jika ngak ada mereka, ya pendapatan kami putus total,” kata Tampu.

Candra yang memiliki anggota keluarga di rumah berempat bersama istri, anak dan menuturkan, akibat kebijakan itu terpaksa mengirit mengeluarkan pengeluaran untuk kebutuhan di rumah. Dan itupun, uang yang dipakai sisa dari hasil menarik angkut sebelum sekolah diliburkan.

“Pokoknya sedihlah, terpaksa istri menghabisi uang tabungan dari hasil menarik selama ini,” keluh Candra.

Selain dari sisa tabungan menarik angkot, Candra juga mengaku untuk mempertahankan di rumah harus memetik biji kopi dari ladang. Itupun, menurut dia, tidak sebanding dengan harga yang dijual seharga Rp 14 ribu per liternya.

“Ya mau ngak mau, kita harus makan tahu, ikan asin,” ujar Candra.

Disinggung, harapan untuk solusinya, menurut Candra, mengajak pemerintah untuk duduk bersama mencari solusi demi kebutuhan mereka sehari-harinya.

Ya harus duduk bersama, karena pemerintah tidak tahu pengaruh besar sekolah ini diliburkan, apalagi khusus di Tapanuli Utara”

Menanggapi itu,  plt Kepala Desa Simanungkalit Jhon Sitohang mengaku sekaitan dampak covid-19 ini, pihaknyaj sudah melakukan pendataan bagi 493 kk diluar pns TNI dan Polri kita tinggal menunggu waktu ujar plt via wa.

(Panji HS)

TerPopuler