Masyarakat Banuaji Kembali Berdemo Tuntut Tutup PT SOL

Kamis, 19 Maret 2020, 08:31 WIB
Oleh Joy Silalahi
Warga Banuaji Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Kembali melakukan aksi dikantor DPRD Taput

Tarutung, Delinewstv
- Seratusan masyarakat Kenegerian Banuaji Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melakukan aksi dikantor DPRD Taput, Senin (16/3).

Warga menuntut agar sesegera mungkin menutup sementara aktifitas SOL dan menurunkan ahli untuk meneliti dampak gas beracun yang sudah mengganggu aktifitas warga.

Pantauan media ini, dampak gas beracun seperti yang diutarakan para warga sudah sangat mengganggu kesehatan. Dan juga telah merusak tanaman warga yaitu padi dan kemenyan.

Satu persatu warga mengatakan dampak dari gas beracun itu. Sebagian dari mereka menceritakan dampak gas beracun yang telah mengganggu aktifitas mereka setiap harinya. Warga menceritakan keluhan yang dipakai dampak gas beracun mulai dari sakit kepala, sesak nafas, lemas hingga batuk-batuk.

Melalui orator aksi Dolfri. S dalam aksinya meminta kepada ketua DPRD agar segera menghadirkan ahli untuk meneliti gas beracun tersebut. “Kalau tidak segera menurunkan ahlinya, kalau masalah ini belum selesai, agar aktifitas di SOL ditutup untuk sementara,” pinta Dolfri.

Ketua DPW LSM-PKAP RI Propinsi Sumatera itu berharap agar pemerintah daerah segera memberikan solusi atas keluhan warga Banuaji. “Sebelum ada SOL, daerah kenegerian Banuaji tidak pernah dilanda gas beracun. Tanaman rusak dan dipastikan gagal panen,” tegasnya.

Kalau tidak ada solusi satu hari ini dan aktifitas SOL tidak dihentikan untuk sementara lanjut Dolfri, aksi demo akan terus berlanjut. Dan saya akan bawa warga masyarakat Banuaji untuk menyampaikan aspirasi ke Presiden Jokowi.

Para pendemo yang terdiri dari orang tua juga mengkritik tidak adanya satu orang anggota DPRD yang yang hadir untuk menanggapi aspirasi mereka. “Tidak ada hasil, para anggota DPRD tidak ada yang hadir. Kami akan menunggu DPRD. Kami tidak akan bubar,” ungkapnya.

Sekwan DPRD Taput Rahman Situmeang mewakili anggota DPRD Taput dalam menanggapi aspirasi warga tersebut mengatakan, semua aspirasi warga dampak gas beracun akan secepatnya disampaikan kepada ketua DPRD Taput
[8:40 PM, 3/19/2020] Bg Bernd Marpaung: Pemerintah Daerah Tapanuli Utara Meliburkan Semua Sekolah Cegah COVID -19

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tapanuli Utara memutuskan 26 poin langkah-langkah dan imbauan mengatasi penyebaran coronavirus diseas 2019 atau COVID-19 di wilayah Tapanuli Utara.

Rapat digelar di ruang Balai Data Kantor Bupati Tapanuli Utara dihadiri Bupati Nikson Nababan, Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Silaen, Komandan Kodim 0210/TU Letkol Czi Roni Agus Widodo dan jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah.

Kepada wartawan usai gelaran rapat, Nikson memaparkan sudah meminta pemerintah pusat agar membantu pengadaan alat pelindung diri (APD) dan hand sanitizer dan paling utama meliburkan seluruh satuan pendidikan di Tapanuli Utara.

"Dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP swasta atau negeri diliburkan. Dan melaksanakan proses belajar di rumah masing-masing selama 14 hari dari tanggal 17 Maret sampai dengan 30 Maret 2020," kata Nikson Bupati Tapanuli Utara.

Dia juga mengimbau satuan pendidikan tingkat SMA dan SMK dan perguruan tinggi di Tapanuli Utara melaksanakan proses belajar di rumah masing-masing dalam rentang waktu 14 hari ke depan.

Untuk warga negara asing dan lokal yang masuk dan ke luar ke wilayah Tapanuli Utara yang baru kembali dan masuk dari daerah terjangkit diwajibkan untuk melapor ke fasilitas kesehatan terdekat, isolasi diri selama 14 hari yang dipantau oleh petugas kesehatan dibantu TNI-Polri.

"Apabila ini dilanggar maka orang tersebut akan dikarantina sesuai Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan Nomor 06 tahun 2018 dan berlaku bagi siapapun," katanya.

Selain mengimbau masyarakat menghindari keramaian dan kerumunan massa, dia juga meminta pembuatan posko pemantauan terdiri dari unsur TNI/Polri, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan BPBD di perbatasan dan juga tempat keramaian seperti pasar dan tempat wisata. Dan khusus Bandara Silangit agar segera dibuat posko pemantauan.

Mereka melakukan pemantauan kondisi keamanan masyarakat dan juga melakukan razia terhadap penimbunan alat pelindung kesehatan seperti masker dan hand sanitizer dan kenaikan harga sembako," katanya.

Bupati Taput juga meminta masyarakat menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang. Dan meminta fasilitas pelayanan umum seperti kantor, rumah makan, restoran dan hotel menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.

"Kepada masyarakat dalam rentang 14 hari ke depan agar menunda sementara aktivitas di masjid, gereja dan pesta. Dan masyarakat diharapkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Kemudian hindari praktik transaksi uang tunai dan menutup seluruh tempat hiburan dan wisata selama 14 hari," kata Nikson.

TerPopuler