Ratusan Pengunjuk Rasa Berdemo Menuntut Agar PT SOL Ditutup

Jumat, 21 Februari 2020, 04:35 WIB
Oleh Joy Silalahi
Ket. Foto : Warga berdemo di depan kantor bupati tapanuli utara menuntut PT SOL ditutup. (17/02/20)


Tarutung, delinewstv - Ratusan warga pendemo diterima langsung oleh Bupati Nikson Nababan di kantor dinas bupati, mereka menuntut agar PT SOL Ditutup. warga dari Desa Banuaji I, II, dan IV Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, bergabung dengan lembaga swadaya masyarakat Pencegahan Korupsi Anggaran Pemerintah Republik Indonesia (LSM PKAP RI) mendatangi kantor Bupati Tapanuli Utara.

Mereka menuntut pengusutan secara tuntas dugaan gas beracun H2S yang menelan korban jiwa, Senin, 17 Februari 2020.Dalam aksi damai itu, para emak-emak berkerumun di halaman kantor Bupati, memegang poster bertuliskan "Tutup PT SOL, Kami Tidak Ingin Menjadi Korban" dengan gambar sesosok jenazah tergeletak di areal sawah.

Koordinator lapangan LSM Pencegahan korupsi Anggaran Pemerintah RI Donfri Sihombing dalam orasi, menuntut Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menindaklanjuti surat LSM PKAP RI yang sudah dilayangkan pada 9 Desember 2019 ke Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Utara.

Donfri mengatakan telah menemukan penyebaran polusi gas beracun asam sulfit atau H2S di areal persawahan warga Desa Banuaji IV Adiankoting. Dan akibat semburan gas tersebut diduga telah memakan korban jiwa meninggal dunia di areal pertanian warga.

Kami menduga penyebab kematian seorang petani Banuaji IV Adiankoting bernama Sabungan Sinaga usia 67 tahun pada tanggal 16 Mei 2019 adalah akibat polusi gas asam sulfit atau H2S," kata Dolfri Sihombing kepada wartawan. Donfri mengatakan sesuai hasil investigasi LSM PKAP RI menemukan kerusakan lahan seluas 130 hektare.

Bahkan sudah melebar ke tiga desa, yakni Desa Banuaji I, II dan desa Banuaji IV. Yang kita takutkan ini adalah dampak kegiatan di PT SOL. Maka ini kita suarakan kepada Bupati agar menggiring ini dan menghadirkan ahli dalam bidang ini, " kata Donfri.Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dengan kawalan aparat kepolisian, membenarkan temuan gas beracun di lokasi areal pertanian warga Banuaji IV Adiankoting.

Kejadian ini tahun 2019, kami sudah surati Bapedal. Dan ditemukan di situ gas H2S yang melewati ambang batas," kata Nikson kepada puluhan wartawan. Dan untuk menuntaskan tuntutan masyarakat pendemo, pihaknya berharap kerja sama dari insan pers untuk ambil andil mendorong Walhi dan Kementerian ESDM melakukan penelitian objektif.

Kalau ada dugaan PT SOL, kami sudah minta lembaga independen agar melakukan penelitian secara objektif. Dan tanah warga yang gagal panen akan kita bantu dari dinas sosial.

Nanti ada kajian, dan sesuai keterangan Kades bahwa timbulnya gas H2S baru tahun ini," kata Nikson.Nikson menambahkan, dugaan fenomena serupa pernah terjadi di areal PT SOL tepatnya di Pahae Julu. "Maka perlu penelitian yang objektif, pernah kejadian di Pahae Juli tahun lalu. Gas H2S membuat lahan mereka kering. Jadi kita tunggu pendapat walhi dan Kementerian ESDM."

TerPopuler